Artikel

Diposting pada: Saturday, 06 November 2021

Ini Alasan Bayi Sering Gumoh Dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Berikut Ini Alasan Bayi Sering Gumoh Dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Bayi sering gumoh pasti membuat bunda merasa khawatir. Meski kondisi ini sebenarnya cukup biasa dialami oleh semua bayi dan bukan menjadi hal yang berbahaya. Meskipun gumoh pada bayi sudah umum terjadi, ada juga penyebab suatu kondisi medis tertentu yang perlu untuk Bunda waspadai.

Gumoh pada bayi ialah keluarnya cairan, susu, ataupun makanan yang baru saja ditelan. Dalam bahasa medis, gumoh ini biasa disebut dengan refluks. Jika sikecil mengalami hal tersebut berarti Kondisi ini normal dikarenakan kerongkongannya yang belum berkembang sepenuhnya.

Alasan Bayi Sering Gumoh dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Gumoh biasanya akan menghilang untuk ukuran lambung bayi masih cukup kecil.ketika bayi sudah berusia kurang lebih 1 tahun. Di usia 1 tahun, cincin otot sangat memiliki sebagai katup di dasar kerongkongan telah berfungsi dengan baik, sehingga makanan yang masuk ke dalam lambung bayi tidak mudah untuk keluar.

Gumoh Yang Masih Tergolong Normal

Pada dasarnya, bayi yang sering gumoh bukan menjadi suatu kondisi yang mengkhawatirkan. Selain memuntahkan susu maupun makanan, gumoh bisa juga disertai dengan adanya sendawa, batuk, ataupun cegukan. Frekuensi terjadinya gumoh pada sikecil juga bermacam-macam, bisa jarang, cukup sering, atau bahkan bisa terjadi setiap kali bayi diberi susu maupun makanan.

Kondisi bayi sering gumoh yang termasuk masih normal dapat dinilai dari beberapa hal berikut ini, diantaranya yaitu :

  • Bayi tetap mau menyusu dan lahap makan
  • Berat badan sibayi masih bertambah sesuai usianya
  • Bayi tetap terlihat Nyaman dan juga tidak rewel
  • Bayi tidak terlihat sesak ataupun rewel.

Apabila sikecil mengalami gumoh dengan ciri-ciri mirip seperti diatas, hal tersebut juga bisa menandakan bahwa keadaannya masih baik-baik saja dan juga tidak memerlukan penanganan yang khusus.

Upaya Untuk Mengatasi Bayi Sering Gumoh

Sejumlah cara bisa dilakukan untuk mencegah bayi yang sering mengalami gumoh, diantaranya yaitu :

  1. Posisikan kepala bayi lebih tegak pada saat menyusui maupun setelahnya

Disaat Bunda memberi sikecil ASI atau makanan yang padat, posisikan kepalanya agar lebih tegak. Pertahankan posisi tersebut kisaran antara 20-30 menit setelah sikecil makan agar makanan tidak naik kembali ke tenggorokan sikecil.

  1. Berikan ASI atau makanan secukupnya dan jangan berlebihan

Cara lain guna mencegah sikecil yang sering gumoh adalah dengan cara memberinya ASI, susu formula, atau makanan dengan porsi sedikit, namun sering. Dan pastikan juga untuk membuat sikecil sendawa ketika habis menyusu atau disela waktu menyusui.

  1. Perhatikan untuk ukuran dot susu yang digunakan

Jika sikecil menyusu menggunakan dot, perhatikan kembali untuk ukuran dot yang digunakan. Dot yang terlalu besar juga menjadi suatu penyebab susu yang keluar menjadi terlalu banyak, sehingga menjadikan sikecil mudah tersedak dan gumoh.

  1. Pastikan bayi tidak tidur dalam posisi tengkurap ketika menyusu

Setelah menyusui sikecil, jangan  langsung ditidurkan yaa bunn. Bunda atau ayah dapat menggendongnya selama kurang lebih 20-30 menit terlebih dahulu.

Setelah itu, Bunda dapat menidurkan sikecil dalam posisi telentang dengan posisi bantal kepala agak sedikit lebih tinggi dari badan dan kakinya. Hal ini juga perlu dilakukan dikarenakan bayi yang tidur dalam posisi tengkurap setelah menyusu atau makan bisa lebih berisiko terkena syndrome kematian bayi mendadak atau juga bisa disebut sudden infant death (SIDS).

Upaya lain yang dapat bunda lakukan untuk mencegah gumoh pada sikecil ialah dengan cara mengurangi mengonsumsi susu sapi untuk sikecil, terutama jika ia dicurigai menderita intoleransi laktosa.

Namun, Bunda tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak terlebih dahulu guna mendapatkan saran dan penanganan yang tepat untuk sikecil.

Gejala yang sangat perlu diwaspadai

Meskipun gumoh yang terjadi pada bayi menjadi suatu hal yang tergolong lumrah terjadi, Jadi Bunda juga perlu waspada bila sikecil gumoh disertai dengan beberapa keluhan atau keluhan sebagai berikut :

  • Sikecil mulai gumoh diusia 6 bulan dan terus terjadi sampai usianya lebih dari 1 tahun.
  • Terlalu sering memuntahkan makanan ataupun susu dan jumlah isi dalam lambung yang dimuntahkan sikecil lumayan banyak.
  • Cairan yang dimuntahkan oleh sikecil berwarna kuning, hijau, atau juga bisa disertai dengan darah.
  • Sikecil susah makan atau menolak jika diberi susu, sehingga menjadikan berat badannya tidak bertambah.
  • Tampak lemas, sesak nafas, rewel dan sering menangis.
  • Demam.

Nah, apabila sikecil sering mengalami gumoh dengan menunjukkan beberapa gejala seperti diatas, maka hal tersebut bisa jadi disebabkan oleh suatu penyakit tertentu, seperti alergi susu sapi, penyumbatan ataupun penyempitan pada kerongkongan, dan juga penyakit refluks asam lambung pada sikecil.

Gumoh yang dialami oleh bayi seringkali menjadi hal yang wajar terjadi dan merupakan bagian dari tumbuh kembang sibayi. Oleh sebab itu, bunda sebaiknya tidak perlu khawatir jika sikecil gumoh dan terlihat tenang dan sehat.

Namun, jika gumoh terjadi secara berlebihan dan berkepanjangan atau disertai dengan gejala-gejala yang telah disebutkan sebelumnya, maka Bunda sebaiknya segera memeriksakan kondisi sikecil ke dokter anak untuk mendapat penanganan yang tepat.

Alamat

Jl. Kolonel Sugiono No.21 Kepuh Kiriman, Waru Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia 61256
 

031-8662424

Telepon