Artikel

Diposting pada: Friday, 03 December 2021

Cara Menyimpan MPASI Yang Baik Dan Benar Supaya Kualitas Tetap Terjaga

Supaya Kualitasnya Tetap Terjaga, Pahami Cara Menyimpan MPASI Bayi Yang Benar.

Pemilihan bahan dan juga pembuatan MPASI untuk bayi rasanya pasti kurang lengkap apabila tidak disertai dengan cara penyimpanan yang baik dan benar. Sebaik apapun kualitas bahan yang dipilih dan sehebat apapun tekhnik pemasakan MPASI bayi, tentu hasilnya kurang maksima;l apabila cara menyimpanannya kurang tepat.

Bunda tak perlu bingung, yuk pahami dan juga terapkan bagaimana cara menyimpan MPASI bayi supaya kualitas gizi yang ada didalamnya tetap terjaga.

Pentingnya tahu bagaimana cara membuat serta menyimpan MPASI sendiri

Setelah menyusu ASI, pasti dengan perlahan-lahan sikecil mulai mengenal makanan yang padat untuk mendamping ASI maupun susu formula bayi.

Ketika bayi mulai belajar makan makanan pendamping ASI (MPASI), orangtua pasti biasanya akan mempertimbangkan jenis makanan yang pas untuk diberikan kepada sikecil.

Pemilihan dan juga pemberian makanan kepada bayi bukan hanya bertujuan untuk membuatnya kenyang, akan tetapi juga membantu untuk memenuhi kebutuhan gizi sikecil setiap harinya.

Selain pemilihan jenis atau bahan makanan, cara menyimpan MPASI bayi juga tidak kalah penting untuk Bunda perhatikan.

Jadi, ketika nantinya menu MPASI, baik menu campuran maupun menu MPASI tunggal, diberikan sesuai jadwal MPASI bayi kualitasnya juga akan tetap terjaga.

Proses dalam pembuatan hingga penyimpanan MPASI bayi pada dasarnya bukan hal yang sulit. Bahkan, anda sebenarnya dapat membeli MPASI instan di supermarket terdekat maupun mengolah MPASI sendiri.

Kedua bentuk MPASI tersebut sama-sama baik sehingga tinggal Bunda sesuaikan dengan selera dan juga kebutuhan sikecil.

Sebelum mengolah sendiri dan menerapkan cara menyimpan MPASI, ketahui juga keuntungan dan juga kelemahan dalam membuat MPASI bayi sendiri.

Keuntungan membuat MPASI bayi sendiri

Beberapa orangtua pasti memiliki berbagai alasan mengapa mereka lebih memilih untuk memasak makanan bayi sendiri, yaitu :

Orangtua tahu persis apa yang dimakan bayinya.

Meskipun tidak selalu, makanan bayi buatan sendiri biasanya dianggap lebih ekonomis daripada MPASI yang instan dijual digerai makanan bayi.

Orang tua dapat memilih sendiri untuk buah-buahan, sayuran dan juga makanan lainnya untuk dijadikan puree (lembut) dan tidak mengandalkan rasa yang disediakan oleh produsen makanan bayi.

Bayi pasti akan terbiasa untuk mengonsumsi makanan yang dimakan anggota keluarga lain, akan tetapi dalam bentuk yang berbeda.

MPASI bayi bisa bertahan lama asalkan cara menyimpan sesuai dengan yang dianjurkan.

Kelemahan makanan bayi buatan sendiri

Berikut ini adalah faktor kelemahan yang sering membuat orang tua menyerah atau malas untuk membuat MPASI bayi sendiri, yaitu :

  • Orang tua membutuhkan waktu untuk membuat dan menyiapkan banyak porsi kecil makanan bayi. Tentu saja dengan makanan yang siap saji dan fresh food bisa lebih menghemat waktu.
  • Takaran makanan bayi instan pada umumya sudah diukur dengan tepat sehingga siap untuk disajikan langsung.
  • Makanan bayi buatan sendiri biasanya tidak terlalu tahan lama seperti MPASI instan pada umumnya.

Kelemahan lain dari MPASI bayi yang dimasak sendiri yaitu harus didinginkan sehingga bisa memenuhi lemari es.

Hal ini tentu menjadi semakin sulit jika Bunda sudah membuat banyak porsi sebelumnya atau tidak memiliki ruang penyimpanan yang pas dan cukup.

Sementara makanan bayi atau MPASI instan yang dikemas pada umumnya tidak perlu disimpan di dalam lemari es kecuali setelah dibuka.

Lalu, bagaimana cara untuk menyimpan MPASI bayi dengan tepat dan benar?

menyimpan dan memanaskan sisa makanan

Cara membuat makanan bayi bagi setiap orangtua tentu tidak sama, begitu pula dengan cara menyimpan MPASI tersebut.

Ada juga orangtua yang lebih suka untuk membuat makanan bayi sedikit demi sedikit atau baru dibuat setiapkali makan maupun sekali dalam sehari.

Namun, ada juga yang membuat makanan bayi dalam jumlah cukup banyak supaya dapat disimpan dan digunakan untuk beberapa waktu ke depan.

Sebenarnya, tidak ada yang salah maupun benar dari kedua pilihan bunda tersebut. Bahkan, ketika berencana untuk membuat MPASI bayi dalam posi yang lumayan banyak, Bunda tidak perlu khawatir mengenai cara menyimpan makanan ini.

Supaya lebih awet dan kualitasnya tetap terjaga, terapkan cara menyimpan MPASI bayi yang tepat dengan cara menaruhnya didalam wadah penyimpanan yang khusus.

Wadah penyimpanan atau bisa disebut dengan food container merupakan salah satu peralatan MPASI yang berguna dalam menyimpan MPASI.

Ada berbagai jenis wadah penyimpanan dengan beragam ukuran sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan makan sikecil.

Wadah penyimpanan MPASI ini juga dapat anda letakkan didalam kulkas maupun freezer untuk menjaga keawetannya.

Jadi, ketika tiba saatnya akan diberikan kepada bayi, Bunda bisa langsung mengolahnya sesuai porsi yang telah dipisahkan sebelumnya.

Penting juga untuk menyiapkan dan juga menyajikan MPASI bayi dari makanan yang telah disimpan sebelumnya sesuai dengan porsi.

Hindari menempatkan porsi MPASI yang terlalu banyak sehingga malah disisakan oleh si kecil. Melansir dari Cleveland Clinic, sisa makanan ini dapat memicu tumbuhnya bakteri pada makanan sikecil dan menjadikan kualitasnya jadi menurun.

Idealnya, MPASI bayi buatan sendiri tidak boleh dibiarkan berada di suhu ruang dalam waktu yang lama. Sebaiknya buang saja makanan bayi tersebut apabila sudah berada di suhu ruang lebih dari 2 jam.

Cara menyimpan MPASI yang perlu diperhatikan

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) anjuran menyimpan MPASI bayi yaitu dengan cara sebagai berikut ini :

- Simpan makanan seperti daging, ikan telur, susu, pasta, serta sayur-sayuran didalam kulkas bersuhu kurang dari 5 derajat celcius.

- Simpan daging dan juga ikan ke dalam wadah plastik dan letakkan secara terpisah dari makanan yang telah matang dan bahan-bahan siap makan.

- Seluruh makanan harus disimpan sesuai dengan petunjuk penyimpanan yang ada pada kemasan.

- Hindari mengolah dan menyajikan makanan yang telah melewati dari tanggal kadaluwarsa.

- Makanan yang seharusnya disimpan pada kulkas tidak boleh diberikan atau diolah kembali setelah berada disuhu ruang selama dua jam atau lebih.

- Makanan yang telah dicairkan dari freezer maupun kulkas harus segera diolah.

- Makanan beku yang telah dimasak sebaiknya tidak sampai dibekukan lagi.

- Pisahkan pisau dan telenan untuk makanan matang dan makanan mentah terutama daging, ikan, ayam.

- Makanan matang disimpan di suhu ruangan tidak boleh lebih dari 2 jam.

- Usahakan untuk selalu menempatkan MPASI bayi dalam wadah yang kedap udara kemudian biasakan untuk menyimpan di dalam lemari es atau freezer sebagai cara yang tepat dan benar.

- Berbeda dengan makanan padat atau MPASI bayi yang diolah sendiri, MPASI instan tidak perlu disimpan di dalam lemari es selama belum dibuka.

Nah, jangan lupa untuk menghangatkan kembali MPASI yang telah disimpan sebelumnya saat waktu makan sikecil telah tiba dan biarkan hingga agak dingi sebelum disajikan.

Alamat

Jl. Kolonel Sugiono No.21 Kepuh Kiriman, Waru Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia 61256
 

031-8662424

Telepon