Artikel

Diposting pada: Saturday, 18 December 2021

Pemberian Keju Untuk MPASI : Porsi, Cara Memilih Keju Berkualitas Dan Waktu

Pemberian Keju Untuk MPASI : Porsi, Cara Memilih Keju Berkualitas Dan Waktu Tepat Memulai MPASI KEJU

Salah satu bahan makanan yang dapat digunakan sebagai tambahan nutrisi di dalam MPASI yaitu keju. Nah, akan tetapi bagaimana cara yang tepat dalam memberi keju untuk MPASI supaya manfaatnya bisa maksimal?

Ini penting untuk Bunda ketahui supaya konsumsi keju tidak justru memberi resiko kepada si kecil. Selain memperhatikan porsi, Bunda juga perlu tahu jenis keju yang tepat untuk MPASI.

Perhatikan juga usia bayi pada saat akan diberikan keju, ya bunn. Pastikan sikecil sudah cukup bulan.

 

Dikutip dari Parenting First Cry, Sebagian besar bayi mulai dapat diberikan keju segera setelah mereka mulai bisa mengunyah. Pada umumnya bisa dimulai usia 6-9 bulan.

Namun, seringkali tiap dokter memiliki pendapat masing-masing tentang kapan waktu yang tepat untuk mulai memberikan keju untuk MPASI sikecil.

Beberapa ahli menyarankan para Bunda untuk menunggu sampai sikecil berusia 8 bulan, ada pula yang berpendapat keju sebaiknya diberikan setelah bayi berusia 1 tahun.

Perbedaan pendapat ini muncul karena keju merupakan fermentasi susu, yang seringkali memicu masalah pencernaan pada bayi berusia di bawah 1 tahun.

Disisi lain, beberapa bayi dapat jadi alergi susu sapi dan produk olahannya. Oleh karena itu, bayi yang alergi terhadap susu sapi sebaiknya hanya diberikan keju setelah berdiskusi dengan dokter anak masing-masing.

 

Berapa banyak porsi keju untuk MPASI?

Tidak ada jumlah pasti seberapa banyak porsi keju yang ideal untuk bayi. Jumlah porsi keju dapat bervariasi sesuai usia bayi.

Pada tahap awal dalam pemberian keju untuk MPASI, Bunda dapat memperkenalkannya sebagai topping. Berikan sejumput kerju parut sebagai penambah rasa gurih.

Kuantitasnya dapat ditingkatkan sesuai dengan pertambahan usia bayi. Upayakan supaya keju bisa menjadi bagian dari diet seimbang yang sehat untuk anak dan jangan sampai memberinya berlebihan.

 

Pilihan jenis keju untuk MPASI

Dalam menentukan jenis keju untuk MPASI sikecil, Utamakan yang memiliki full-fat alias berlemak. Pastikan juga keju sudah melewati proses pasteurisasi untuk keamanan lebih lanjut.

Mulailah dengan variasi keju yang mild sebelum beralih ke keju yang rasanya lebih kuat.

Jenis keju untuk MPASI yang bisa Bunda pilih di antaranya yaitu cheddar, mozzarella, parmesan, dan krim keju.

Melansir dari Healthline, bayi di bawah usia 2 tahun membutuhkan cukup lemak untuk membantu proses pertumbuhan tubuh dan juga otak.

 

Keju untuk MPASI yang sebaiknya dihindari

Hindari keju lunak apalagi yang sudah tua atau berjamur, seperti keju brie, Camembert, dan keju dari susu kambing yang di matangkan bakteri.

Jenis keju ini mungkin mengandung Listeria, bakteri berbahaya yang dapat membuat bayi berisiko keracunan makanan,

Selalu periksa dan cek label kemasan keju untuk memastikan bahwa produk tersebut dibuat dengan susu pasteurisasi. Pasteurisasi merupakan proses memanaskan makana  hingga suhu tertentu untuk membunuh bakteri.

 

Manfaat sehat keju untuk MPASI

Selain punya rasa gurih yang khas dan mudah diolah, keju juga memiliki segudang manfaat buat kesehatan lho. Lalu, apa saja kandungan nutrisi keju dan apa manfaatnya?

Kalsium : Keju kaya akan kalsium yang dibutuhkan anak untuk perkembangan kesehatan gigi dan juga tulangnya.

Protein dan vitamin D : keju juga memiliki tinggi protein dan juga vitamin D yang dibutuhkan untuk proses pertumbuhan sel-sel di dalam tubuh.

Kalori : keju sarat dengan kalori yang akan membuat bayi selalu mendapatkan sejumlah energi yang dibutuhkan sepanjang hari.

 

Bagaimana cara memperkenalkan keju untuk MPASI?

Supaya bayi bisa suka makanan yang diberi keju, cara penyajiannya juga harus tepat. Beberapa trik yang dapat diterapkan untuk memperkenalkan keju ke dalam makanan bayi di antaranya ialah :

  1. Diparut

Supaya meminimalisir resiko bayi tersedak, berikan keju sebagai topping dengan cara diparut terlebih dahulu. Biasanya keju akan mudah larut saat diaduk dalam bubur MPASI yang hangat.

Hindari memberikan keju dalam potongan terlalu besar, terutama jika bayi masih mengonsumsi MPASI saring atau puree.

  1. Pilih yang rasanya mild

Mulailah dengan keju mild seperti keju cheddar dengan natrium rendah. Pada tahap perkenalan, Bayi mungkin tidak menyukai keju dengan rasa yang terlalu kuat.

Jika bayi tampaknya tidak menyukai rasa keju jika dikonsumsi secara langsung, sajikan bersama dengan makanan lain. Misalnya di didalam bubur beras atau biscuit.

Keju yang dilelehkan dan didinginkan dengan sayuran rebus juga dapat menjadi pilihan finger food bergizi untuk bayi.

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat memberi keju untuk MPASI

Waspadai resiko intoleransi produk susu (laktosa atau protein susu) atau alergi pada saat kali pertama memberi keju untuk MPASI. Faktanya, alergi susu sapi ialah salah satu alergi terhadap makanan yang paling umum terjadi pada bayi dan anak-anak.

Gejala intoleransi meliputi diare, mual, dan muntah. Bayi mungkin juga mengalami kembung, yang membuatnya menjadi lebih rewel.

Reaksi alergi dapat mulai muncul dalam 20 menit atau dalam beberapa jam pertama setelah pemberian. Perhatikan juga reaksi alergi umum seperti bibir bengkak, kemerahan pada mata dan wajah, serta ruam pada kulit.

Jika bayi diketahui memiliki alergi terhadap produk susu atau menderita eksim (asma), Bunda harus segera konsultasikan dengan dokter anak.

Alamat

Jl. Kolonel Sugiono No.21 Kepuh Kiriman, Waru Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia 61256
 

031-8662424

Telepon