Artikel

Diposting pada: Thursday, 23 December 2021

Boleh Gak Sih Bayi Diberi Abon? Ini Kata Dokter

Boleh Gak Sih Bayi Diberi Abon? Ini Kata Dokter

Menyiapkan makanan bayi atau MPASI yang bervariasi dapat menjadi tantangan tersendiri bagi Bunda. Bukan tidak munglin Bunda kehabisan ide harus menyiapkan menu apalagi supaya sikecil menjadi tidak bosan dan tetap terpenuhi kebutuhan gizinya. Beberapa Bunda, ada yang kemudian terpikir untuk memberi sikecil abon. Baik abon daging, ayam, hingga ikan.

Namun sebenarnya, bolehkah bayi makan abon?

Abon untuk MPASI Bayi

Menurut Dokter Anak dan Konselor Laktasi yang bernama Dr, Wiyarni Pambudi Sp.A ABCLC, abon boleh-boleh saja diberikan kepada bayi sebagai tambahan taburan MPASI.

“Salah satu alternative agar sikecil dapat asupan protein hewani, ya perlu trik yang kreatif. Dengan menu daging sapi, ayam, atau ikan-ikan yang bisa di olah menjadi abon, nugget, dan lain-lain. Teksturnya juga menyesuaikan usia”, ujar Dr. Wiyarni

 Meski begitu, Dr. Wiyarni menjelaskan, adapun beberapa hal yang perlu Bunda perhatikan untuk abon sikecil. Apa saja itu?

  1. Cermat memilih

Jika daging, ikan, atau ayam diolah menjadi abon, Bunda harus ingat bahwa gizinya akan berubah dan tentunya berkurang karena proses pengolahannya yang cukup panjang. Hal ini karena abon merupakan makanan ultra-processed atau makanan olahan yang mana dalam proses pengolahannya panjang dan sebenarnya tidak baik jika dikonsumsi oleh anak.

Maka apabila Bunda ingin memberikan abon kepada sikecil, lebih baik buat abon sendiri atau membeli produk abon yang kuaitasnya cukup terjamin. Hal ini sangat penting untuk menghindari campuran bahan lain termasuk pengawet dan zat aditif. Itulah mengapa Dr.Wiyarni tidak menyarankan bayi diberi produk abon instan atau pabrikan yang dijual banyak di pasaran.

  1. Perhatikan Usia Bayi

Sebelum menyajikan abon untuk MPASI bayi, pahami juga bahwa MPASI untuk bayi perlu di sesuaikan dengan usianya.

Apabila abon akan diberikan ke bayi yang berusia 6 sampai 8 bulan, pastikan disaring dan di lumatkan ya bunn. Sementara untuk bayi yang berusia 9-12 bulan, tekstur MPASI yang tepat ialah dicincang secara halus (minced) dan di cincang kasar (chopped). Untuk bayi yang berusia 12 bulan keatas, tekstur MPASI yang diberikan sudah dapat disamakan dengan makanan keluarga.

Usia juga akan menentukan porsi pemberian abon untuk MPASI. Perlu diketahui, bayi usia 6-8 bulan membutuhkan sumber protein dan lemak cukup besar, sekitar 30-45% dari total kalori. Maka untuk kebutuhan protein hewani rata-rata 11 gram per porsi sekali makan.

  1. Jangan Jadikan Andalan

Tetap utamakan memberi bayi makanan atau MPASI yang terbuat dari bahan segar dan bervariasi. Jangan jadikan abon sebagai prioritas untuk memberikannya kepada sikecil setiap harinya ya bunn.

“kembali ke pertanyaan awal, MPASI lauk abon apakah boleh atau tidak? Jawabannya boleh, tapi memang bukan menu terbaik”, tutup Dr.Wiyarni.

Alamat

Jl. Kolonel Sugiono No.21 Kepuh Kiriman, Waru Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia 61256
 

031-8662424

Telepon